Puisi: Surat Cinta - KEMBALIKAN
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Puisi: Surat Cinta


SURAT CINTA
Oleh Agista Rahma Ditha

Kuputuskan menulis surat untukmu.
Aku paham betul surat ini tak lagi berguna bagimu.
Bahkan penting pun tidak sama sekali.
Tapi aku akan kekeuh menulis.
Mengutarakan Rindu yang semakin menggerutu.
Menjelma menjadi haluan tanpa arah,
Aku, hilang kendali.
Ingin sekali meremuk kepiluan dalam benak ini.
Memelukmu dan tenang dalam dekap.
Semesta yang akan menjadi saksi bisu.
Aku termangu.
Diam dalam lamunan.
Kau abadi dalam jiwaku.

1 komentar untuk "Puisi: Surat Cinta"

  1. Cinta? kayaknya ku pernah kenal dengan yang namanya cinta.

    Ya ku mengenalnya saat itu, saat dimana otak dan pikiranku dipenuhi dengan nama cinta, bahkan saat itu baca surat cinta gini, senengnya gak karuan. Namun sayang, cinta saat itu tak bisa ku miliki saat ini. Haha!

    BalasHapus